by : An Nisa
Batu yang dilempar memecahkan cermin tak berguna
Angin yang berlalu dengan waktu merontakan kibar bendera di tiang kalbu
Asap yang mengalun dari perapian rindu
Dan menghilang menguraikan tiap kenangan
Api membakar baju lama yang dikenakan
Saat datang hari besar dirayakan dari tiap kenangan
Air yang mengalir mengairi sawah impian
Air yang mengalir mengairi sawah impian
Dalam petak tanah kemarau
Ombak yang mengikis karang karang kesombongan
Tempat dewa dewa palsu dikultuskan
Sesungguhnya tanah tempat kelak menguburkan
Semua pengharapan dalam sepi
Matahari, cahaya
Tergenang di ceruk jiwaku, tempat senja akan bersujud
Dan sembahyang di pintu malam
Laut, angin mengantar ombak sampai ke pantai
Memupus tulis puisi di atas pasir
Aku berdiri di hadapannya sampai berdzikir
Tiba-tiba aku bagai nelayan mimpi
Mengarungi buasnya sang waktu
Berperahu dalam kotak peti mati
Dengan dayung keresahan selam ini
Kain kafan pun mengarahkan perjalanan
Dimana harus menemukan pelabuhan
Pelabuhan yang sangat menyejukkan jiwa
Tapi aku tak tahu, aku pun bertanya-tanya
Dimana pelabuhan itu ??




0 komentar:
Posting Komentar