Minggu, 28 November 2010

Capoiera ,.,.,.,

Jumat, 26 November 2010

Biak terbaru qoe ,.,.,.,. ^^

Kau pikir Kaulah Segalanya ,.,.,.,.

Jembatan Ampera

Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan di kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.


Struktur

Panjang : 1.117 m[rujukan?] (bagian tengah 71,90 m)

Lebar : 22 m

Tinggi : 11.5 m dari permukaan air

Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah

Jarak antara menara : 75 m

Berat : 944 ton



Sejarah
Pemandangan Kota Palembang dari atas salah satu tower Jembatan Ampera

Ide untuk menyatukan dua daratan di Kota Palembang ”Seberang Ulu dan Seberang Ilir” dengan jembatan, sebetulnya sudah ada sejak zaman Gemeente Palembang, tahun 1906. Saat jabatan Walikota Palembang dijabat Le Cocq de Ville, tahun 1924, ide ini kembali mencuat dan dilakukan banyak usaha untuk merealisasikannya. Namun, sampai masa jabatan Le Cocq berakhir, bahkan ketika Belanda hengkang dari Indonesia, proyek itu tidak pernah terealisasi. Pada masa kemerdekaan, gagasan itu kembali mencuat. DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan pembangunan jembatan kala itu, disebut Jembatan Musi dengan merujuk na-ma Sungai Musi yang dilintasinya pada sidang pleno yang berlangsung pada 29 Oktober 1956. Usulan ini sebetulnya tergo-long nekat sebab anggaran yang ada di Kota Palembang yang akan dijadikan modal awal hanya sekitar Rp 30.000,00. Pada tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan, yang terdiri atas Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar, dan Gubernur Sumatera Selatan, H.A. Bastari. Pendampingnya, Walikota Palembang, M. Ali Amin, dan Indra Caya. Tim ini melakukan pendekatan kepada Bung Karno agar mendukung rencana itu. Usaha yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang, yang didukung penuh oleh Kodam IV/Sriwijaya ini kemudian membuahkan hasil. Bung Karno kemudian menyetujui usulan pembangunan itu. Karena jembatan ini rencananya dibangun dengan masing-masing kakinya di kawasan 7 Ulu dan 16 Ilir, yang berarti posisinya di pusat kota, Bung Karno kemudian mengajukan syarat. Yaitu, penempatan boulevard atau taman terbuka di kedua ujung jembatan itu. Dilakukanlah penunjukan perusahaan pelaksana pembangunan, dengan penandatanganan kontrak pada 14 Desember 1961, dengan biaya sebesar USD 4.500.000 (kurs saat itu, USD 1 = Rp 200,00).

Pembangunan jembatan ini dimulai pada tanggal 16 September 1960, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.

Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Menunggu Wajah Baru Jembatan Ampera

Sekitar tahun 2002, ada wacana untuk mengembalikan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan sebagian masyarakat.
[sunting] Keistimewaan
Meskipun jembatan ini sudah tidak bisa diangkat bagian tengahnya, kapal yang tidak terlalu tinggi masih bisa melewati kolongnya

Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.

Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.

Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.

Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini.

Kamis, 25 November 2010

Budidaya Gaharu, Satu Pohoh Hasilkan Puluhan Juta

Mahalnya harga jual getah dan pohon gaharu saat ini membuat banyak petani Kotabaru mulai tertarik untuk mengembangkan dan membudidayakan pohon gaharu. Selain memiliki harga ekonomis yang tinggi, pohon gaharu juga dapat tumbuh di kawasan hutan tropis. Pengembangan pohon gaharu saat ini tak terlalu banyak dikenal orang. Hanya orang-orang tertentu saja yang sudah mengembangkan dan menanam pohon ini. Padahal, keuntungan dari bisnis pohon gaharu dapat mengubah tingkat kesejahteraan warga hanya dalam waktu beberapa tahun.

Selain dapat tumbuh di kawasan hutan, pohon gaharu juga dapat tumbuh di pekarangan warga. Karena itu sebenarnya warga memiliki banyak kesempatan untuk menanam pohon yang menghasilkan getah wangi ini. Banyaknya getah yang dihasilkan dari pohon gaharu tergantung dari masa tanam dan panen pohon tersebut. Misalnya untuk usia tanam selama 9 sampai 10 tahun, setiap batang pohon mampu menghasilkan sekitar 2 kilogram getah gaharu.

Sementara harga getah gaharu mencapai Rp5-20 juta per kilogram. Harga itu tergantung dari jenis dan kualitas getah gaharu. Untuk getah gaharu yang memiliki kualitas rendah dan berwarna kuning laku dijual Rp5 juta per Kg, sedangkan untuk getah pohon gaharu yang berwarga hitam atau dengan kualitas baik laku dijual Rp15-20 juta per Kg.

Salah seorang petani Kotabaru yang sudah mengembangkan pohon gaharu ini adalah Miran, warga Desa Langkang, Kecamatan Pulau Laut Timur. Menurutnya, untuk menanam pohon gaharu dan menghasilkan banyak getah diperlukan perawatan khusus.

Saat pohon gaharu berumur sekitar 5-8 tahun, pohon yang tumbuh seperti pohon hutan alam itu perlu disuntik dengan obat pemuncul getah. Setiap pohon diperlukan satu ampul dengan harga Rp300 ribu. Miran mengaku, ia sudah menjual sekitar 50 batang pohon gaharu yang masih berumur sekitar 1-3 tahun dengan nilai Rp19 juta. Ia juga telah menanam 500 batang pohon gaharu dengan umur satu tahun lebih dan tinggi sekitar 50 cm.

Karena memiliki sifat tumbuh yang tidak jauh beda dengan tanaman hutan lainnya, setiap hektar lahan dapat ditanam sekitar 500 pohon gaharu dengan jarak tanam sekitar 3-4 kali 6 meter.

Bibit pohon gaharu tersebut ia peroleh dari Samarinda, Kalimantan Timur, yang sebelumnya dikembangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Harga bibit dari Rp7.500 sampai Rp10.000 per pohon.

Untuk pemasaran tidak perlu repot, karena banyak pembeli yang siap mendatangi mereka yang memiliki getah gaharu. Pengusaha transportasi itu juga berharap usaha yang ia rintis dapat diikuti masyarakat dan petani lain di Kotabaru. Apalagi bila mengingat masih banyak lahan tidur dibiarkan terbengkalai mubazir.

“Jika lahan tidur di wilayah kita dikembangkan dengan menanam gaharu, maka 10-15 tahun kemudian akan menghasilkan uang ratusan juta,” terang Miran. Sebelumnya, Miran sudah mencoba beberapa tanaman kebun, namun hasilnya tidak seperti menanam pohon gaharu. Dalam satu pohon usia dewasa dapat menghasilkan uang puluhan juta rupiah,

Selain Miran banyak petani lain di Desa Betung, Langkang Lama, Langkang Baru, Gunung Ulin dan Sebelimbingan yang mulai mengembangkan kayu yang biasa diambil getahnya untuk bahan minyak dan bahan obat-obatan tersebut.(Narullah)

hantuuuuuuuuuuuu,,,,,,,.,.,.,..,.,.,.

pengalaman ini bener pernaha aku alami, di sebuah daerah dimana aku singgah. maklum aku bukan asli orang situ, dan kebeneran aku punya temen disitu.
malam itu sekitar jam 01 malam, aku pulang ke rumah temenku habis begadang yach.. sedikit melayang tapi bukan mabok..., pas sampai rumah temenku, rencana emang mau nginep dirumahnya. waktu itu badan agak panas , disuruh masuk aku' duduk dulu diluar dulu ah.. kataku dalam hati. entah kenapa aku ngak ada rasa takut padahal aku tahu rumah itu deket kuburan, buset.. kataku emangnya takut sama hantu' nah tiba2 tahu ngak' ada anak kecil jalan lewat didepanku ' aku tanya.. he.. mau kemana? dia ngak jawab tapi seolah2 mengisaratakan mau naik keatas., kearah kuburan maksudnya , lha.. kan sepontan pasti aku suruh pulang, namanya anak kecil kok jalan malam2, nah tiba2 datang perempuan setengah baya , gendong anak kecil satunya , barang kali adik anak yang pertama tadi, tapi aku ngak ambil pusing lagi kan sudah ada ibunya, dan kebetulan juga si ibu itu berhenti pas didepanku , dia berhenti membisu la.. aku tanya , ya.. berlagak sopan, mau kemana bu.. ? tahu ngak tiba2 dia jawab mauuu .ke..atassss(kuburan) dan seketika itu juga wajahnya sudah berubah menyeramkan , matanya besar, wajahnya pucat dan rambutnya panjang terurai dan tajam memandang aku hi...., dan aku baru sadar orang itu ternyata hantu..., seketika itu aku lompat masuk rumah dan pintu yang tertutup itu lansung terbuka, untung ngak dikunci. dan sangking takutnya aku nubruk dan lansung nindih bapak dan ibu temenku yang sedang tidur, tapibukan dikamar la.. wong mereka tidurnya di depan TV (lesehan gitu). yach.. pasti Ibu/bapak temenku kaget termasuk temenku . o.ya. temenku tadi namanya" ical"
la.. pasti bangun semua dan kaget. kemudian barulah bapak cerita bahwa memang sering ada hantu lewat depan rumah tsb. nah, habis itu aku ngak pernah lagi main kerumah Ical pada tengah malam.
mudah2 pembaca ngak ngalami..takuttttttt...

demikian tadi ceritaku ini "ASLI LHO"

Rabu, 24 November 2010

Kisah Sedih ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa'

Sebutan ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa', mungkin sekarang hanya menjadi sebuah kalimat yang tak ada nilainya. Betapa tidak? Para pahlawan ini memang tak pernah diingat oleh siapapun dan kapanpun. Meski sejatinya ia bermakna dalam kehidupan manusia, terutama di kalangan profesi guru. Kalimat tadi mengandung arti yang luas dan sangat mengena ketika seorang anak kecil mengenang kembali kilas balik kehidupan semasa kecilnya. Terutama ketika baru mau belajar di tingkat Sekolah Dasar.

Pengalaman semasa kecil selalu menjadi kenangan yang tak dilupakan di masa dewasa. Mana-mana sekalipun orang pejabat pasti akan terdengar kisah mereka akan kenangan di masa kecil. Diceritakan baik kepada anak-anaknya, teman-teman kantor atau sesama mereka yang lain. Pengalaman dan kenangan masa lalu sering juga menjadi lelucon bagi yang mendengarkannya. Walaupun cerita lelucon adalah kilas balik mengenang kembali masa kecilnya.

Cerita seorang pejabat, suatu ketika ayah dan ibunya meninggal semasa dirinya berumur lima (5) tahun. Kala itu di kampung tersebut sekolahnya baru dibuka. Si kecil ini dibenci masyarakat sekitarnya. Hidupnya mengandalkan perhatian teman-temannya. Kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan pisang bakar. Dia pun tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya yang dibangun sejak mereka berumah tangga.

Tak ada pembinaan. Wajar karena tak ada yang memperhatikan dia. Ketika itu seorang guru yang bertugas di kampungnya mengajak si bocah ini untuk tinggal di rumahnya. Sejak menjadi anak angkat, di sekolahnya di mana dia mengajarnya, tentunya di kampung asalnya.

Anak itu makin dewasa. Berbagai pengalaman pahit menjadi guru baginya. Pendidikan tidak ketinggalan. Suatu ketika menyelesaikan tingkat SD. Tentunya dia harus pergi meninggalkan SD dan beranjak masuk di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni SMP. Perhatian guru yang sebagai orang/tua wali murid itu pun tidak luput.

Umur bertambah, pengalaman pun pasti segudang. Di kala itu perkembangan dan kemajuan belum seperti sekarang ini. Usai menamatkan SMP, pasti dia melanjutkan pendidikan lebih ke atas, tentunya di SMA. Atas perhatian dan dorongan orang tua angkat, anak tadi menyelesaikan studinya.

Pada tahun yang sama dia diterima sebagai seorang pegawai. Setelah beberapa tahun kemudia, melanjutkan kuliah dan berhasil diselesaikan dengan status tugas belajar. Dia pun berhak menyandang titel.

Sudah sekian tahun mereka tidak bertemu, umur orang tua angkat sudah semakin tua. Bahkan dia memasuki masa pensiun apalagi guru jaman Belanda. Pada suatu hari sepulang kerja. Tentu dari kantor. Di rumahnya ada orang tua yang bongkok, pakaiannya compang-camping. Nenek itu duduk di teras menantikan anak angkat itu pulang kantor.

Sepulang dari kantor, pejabat itu melihat dari pintu masuk, seorang nenek sedang duduk menanti di teras depan rumah. Nenek itu memandang ke pintu pagar masuk. "Selamat datang bapak," sapa nenek itu. Dia tak menyahut satu katapun. Salaman juga tidak, langsung buka pintu dan masuk ke rumah menuju kamarnya.

Nenek itu tak menyanggah kalau anak piaranya memperlakukan sikap seperti itu. Nenek menduga mungkin karena kecapean. "Anak, saya mama yang dulu tinggal denganmu di rumahku, saya ibu guru," kata nenek itu seraya memperkenalkan. Tapi kasihan bapak itu langsung mengusir nenek itu dan nenek itu pulang meninggalkan rumah itu.

Cerita ini diangkat sebagai sebuah ilustrasi untuk menyikapi aksi para "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" hari Rabu kemarin di Kantor DPRD Nabire. Dalam aksinya, para guru menuntut hak-hak mereka yang diabaikan selama karena kepentingan tertentu.

Apapun alasannya, menjadi guru adalah tugas mulia. Guru juga bentuk panggilan hidup yang tak sama dengan tugas lain. Mereka bertahan selama 6 jam di sekolah. Sambil mengabaikan kepentingan keluarganya. Mereka bertahan lapar dan haus. Sangat menyedihkan para guru-guru yang bertugas di pelataran hutan dan di pinggiran pantai. Hanya mengandalkan bara api menemani mereka di sepanjang menyandang profesi sebagai guru.

Mungkin inilah nasib mereka. Guru-guru dipermainkan oleh anak-anak, oleh mantan murid-muridnya. Ditendang ke sana kemari bagaikan sebundar bola di tengah lapang hijau. Meski disimak, siapa pemimpin dan siapa dibalik pemimpin? Apa pembangunan dan siapa dibalik pembangunan? Apa pemerintahan dan siapa dibalik pemerintahan? Apa kesehatan dan siapa dibalik kesehatan? Apa ekonomi dan siapa dibalik ekonomi? Siapa pejabat dan ada siapa yang mendasari dari semua aspek pembangunan??

Sangat terharu ketika setiap orang menyaksikan aksi protes yang dilangsungkan para guru dua hari lalu.. Mereka berjalan kaki melintasi kota Nabire menuju kantor wakil rakyat. Mereka datang hanya untuk menyampaikan dan memprotes sebab musabab terjadi penyelewengan sejumlah sumber dana yang diperuntukan bagi mereka dan anak-anak didik mereka.
"Kami datang untuk mempertanyakan hak-hak yang selama ini tidak sampai pada tangan kami dan anak-anak didik kami," kata seorang ibu guru. Ya, semoga dambaan para guru ini terwujud, agar mereka kembali menjalankan tugas mulianya, mengajar dan mendidik generasi penerus negeri ini.

Kota Bersejarah .,.,.,.,.,

Jalan Braga PDF Print E-mail
Written by Ir. David Bambang Soediono
Friday, 03 July 2009

Jalan Braga Sejarah Jalan Braga tidak dapat dilepaskan dari sejarah pembentukan dan perkembangan Kota Bandung, terutama daerah pusat kotanya. Ada tiga peristiwa penting di Hindia Belanda yang erat hubungannya dengan Kota Bandung.Peristiwa Pertama adalah pembuatan Jalan Raya Pos yang membentang melintasi Pulau Jawa dari Anyer di ujung barat ke Panarukan di ujung timur. Jalan Raya Pos tersebut dibuat di masa pemerintahan Gubernur Jenderal H. W. Daendels yang berkuasa dari tahun 1808 - 1811. Di Bandung, Jalan Raya Pos tersebut menjadi cikal bakal dari Jalan Janderal Sudirman, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Jenderal A. Yani. Akibat dari pembuatan jalan tersebut pada tanggal 25 Mei 1810, kedudukan Bupati Bandung dipindahkan dari tempatnya semula ke lokasi yang sekarang menjadi rumah kediaman resmi Walikotamadya Bandung, di sebelah selatan Alun-alun. Rumah kediaman Bupati berikut Alun-alun berserta pohon beringan, mesjid, dan penjara adalah elemen-elemen kota tradisional yang merupakan kelanjutan dari kebudayaan Hindu. Dari lokasi inilah perkembangan Kota Bandung dimulai. # Peristiwa Kedua adalah Politik Tanam Paksa (Cultuurstelsel) yang diberlakukan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda setelah Perang Diponegoro (1825 - 1830).
Perang ini dan peperangan lainnya di bumi nusantara benar-benar menguras kocek Belanda sehingga perlu dicari upaya untuk memulihkan keuangan Pemerintah Hindia Belanda. Tanam paksa ini berlangsung dari tahun 1831 sampai tahun 1870 dan primadona dari Bumi Priyangan yang subur ini adalah kopi, teh, dan kina. Di Kota Bandung tempat penampungan sekaligus tempat pengemasan hasil bumi ini (terutama kopi) berada lebih kurang 1 km. disebelah utara Jalan Raya Pos, yaitu di lokasi yang sekarang menjadi Gedung Balaikota. Gedung pengemasan kopi tersebut dikenal dengan nama Koffie Pakhuis.
Jarak dari gudang kopi dan Jalan Raya Pos tentu menjadi sangat penting untuk pengiriman hasil bumi. Jalur penghubung antara kedua tempat tersebut adalah jalan setapak berlumpur yang biasa dilalui oleh pedati kuda dan dikenal dengan nama Pedati Weg (Jalan Pedati). Jalan inilah yang kelak dikenal bernama Jalan Braga.
Dengan berakhirnya Tanam Paksa pada tahun 1870, terjadi perubahan-perubahan di bidang politik. Polik Tanam Paksa diganti dengan "Politik Balas Budi". Dua aspek penting dari Politik Balas budi ini adalah swastanisasi dan desentralisasi. Swasta diberikan peluang besar untuk berperan dalam perekonomian. Mengetahui keadaan Bumi Parahyangan yang subur ini, maka berduyun-duyunlah para pengusaha pertanian berusaha di seputar Bandung. Keadaan perekonomian pada saat itu rupanya sangat baik sehingga para pengusaha tersebut menjadi kaya-raya. Sebagian dari kekayaan tersebut telah didonasikan untuk perkembangan dan kemajuan Kota Bandung.

Keberadaan para pengusaha tersebut yang lebih dikenal sebagai Preanger Planters tentunya membutuhkan sarana-sarana untuk mereka bersosialisasi yang disebut Societeit. Tahun 1879, Societeit Concordia disahkan sebagai badan hukum dan setelah beberapa kali berpindah tempat akhirnya dipilihlah Gedung Concordia, yang sekarang menjadi Gedung Merdeka, sebagai pusat kegiatannya.

Desentralisasi pemerintahan membawa hasil sehingga beberapa puluh tahun kemudian tepatnya 1 April 1906 berdirilah Gemeente Bandoeng yang memperoleh otonomi untuk mengatur Kota Bandung sendiri.

Jalan Pedati (yang kemudian menjadi Jalan Braga) berkembang secara lambat dari hanya jalan pintas semata menjadi kawasan pemukiman.
Pada tahun 1874 barn ada enam atau tujuh rumah permanen diselingi beberapa warung beratap rumbia. Bila malam tiba, digunakan obor sebagai alat penerangan. Rumah-rumah batu tersebut menempati kapling-kapling yang luas sehingga antara bangunan yang satu dengan yang lain tidak berimpitan (renggang). Halaman depanpun luas dan bisa didapati adanya gudang-gudang atau paviliun di samping bangunan rumah-rumah tersebut.

Nama "Braga" sendiri menimbulkan beberapa kontroversi. Ada kalangan yang mengatakan, Braga berasal dari sebuah perkumpulan drama Bangsa Belanda yang didirikan pada tanggal 18 Juni 1882 oleh Peter Sijthot, seorang Asisten Residen, yang bermarkas di salah satu bangunan di Jalan Braga. Diduga sejak saat itulah nama Jalan Braga digunakan. Pemilihan nama "Braga" oleh perkumpulan drama ini diperkirakan berasal dari beberapa sumber yang erat kaitannya dengan kegiatan drama, antara lain nama Theotilo Braga (1834 -1924), seorang penulis naskah drama, dan Bragi, nama dewa puisi dalam mitologi Bangsa Jerman.

Sementara itu ada versi lain dari nama "Braga". Menurut ahli Sastra Sunda, Baraga adalah nama jalan di tepi sungai,Jalan Braga sehingga berjalan menyusuri sungai disebut ngabaraga. Sesuai dengan perkembangan Jalan Braga (terletak di tepi Sungai Cikapundung), yang kemudian menjadi tersohor ke seluruh Hindia Belanda bahkan ke manca negara, Jalan Braga menjadi ajang pertemuan dari orang-orang, dan ngabaraga tadi berubah menjadi ngabar raga, yang lebih kurang artinya adalah pamer tubuh atau pasang aksi.
Memang di masa-masa sebelum PD II, disaat Jalan Braga sedang jaya jayanya, jalan ini dijadikan ajang memasang aksi menjual tampang sehingga dikenal juga istilah khas Bragaderen. Perkataan deren dalam kamus Bahasa Belanda kurang menjelaskan arti kata penggabungan Braga dan deren sehingga disimpulkan, Bragaderen berasal dari kata paraderen yang artinya berparade, jadi Bragaderen lebih kurang berarti berparade di Jalan Braga.

Peristiwa Ketiga adalah tercetusnya ide untuk memindahkan ibukota Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda dari Batavia (Jakarta) ke Bandung. Rencana besar ini berdasarkan karena alasan pertahanan. Sebagian dari ide ini sempat terealisir, seperti dijadikannya Kota Cimahi sebagai kota garnisun dengan perwiranya yang tinggal di Bandung, juga dipindahkannya pabrik senjata dan mesiu dari Jawa Timur ke Bandung (PINDAD sekarang).

Gedung Sate yang sebenarnya akan menjadi salah satu bangunan di dalam kompleks pusat Pemerintahan Hindia Belanda juga merupakan bagian dari realisasi ide tersebut. Swastapun ikut berpartisipasi, sebagai pelopornya yaitu Pabrak Minyak Insulinde yang memindahkan kegiatannya ke Bandung. Gedung yang kemudian pernah menjadi Gedung Mapolwil di ujung Jalan Braga, dibangun sebagai kantor pabrik tersebut.

Ide besar untuk memindahkan ibukota dari Batavia ke Bandung ini dilanjutkan dengan ide besar lainnya, yaitu menjadikan Jalan Braga sebagai jalan perbelanjaan Bangsa Eropa nomor satu di seluruh Hindia Belanda atau de meest europeesche winkel straat van Indie. Pekerjaan besar yang melibatkan berbagai kalangan ini ternyata lebih terlihat realisasinya dan hingga kinipun masih dapat kita lihat sisa-sisa kejayaannya.

Penggolongan fisik bangunan di Kota Bandung seperti tertulis dalam Peraturan Bangunan Kabupaten Bandung tahun 1920-an (Bouwverordening Regentschap Bandoeng) adalah:
• Bandoengbouw
• Open Westerse Bow (Bangunan Barat Terbuka / Renggang)
• Gesloten Chineese Bow (Bangunan Cina Tertutup / Rapat)

Untuk menjadikan Jalan Braga menjadi de meest europeesche winkel straat van Indie perlu dilakukan perbaikan atau penyempurnaan peraturan pembangunan karena pada hakekatnya yang akan dibuat di Jalan Braga adalah Gesloten Westerse Zakenbouw (Bangunan Perdagangan Bergaya Barat Tertutup / Rapat).

Langkah-langkah yang dilakukan untuk merealisasikannya melibatkan para pakar dari beberapa disiplin ilmu, karena pada dasarnya Bangsa Belanda belum mempunyai pengalaman membangun Bangunan Barat Rapat di daerah beriklim tropis. Pemecahan teknis diberikan oleh seorang pakar DR. Ir. C. P. Mom, yang pada intinya dapat diuraikan sebagai berikut:
- Dinding tebal
- Lantai bangunan hares luas
- Atap tinggi
- Sebisanya menggunakan bahan-bahan alam
- Penghawaan dan penerangan siang hari secara alami, agar panas tidak langsung menyengat perlu diatur letak dan bentuk jendela serta jendela ventilasi. Karena itu penggunaan kaca patri untuk jendela sebagai elemen dekorasi, selain sebagai lubang cahaya dan lubang hawa, sangat digalakkan.

Selain hal-hal tersebut di atas, perlu juga diatur kembali tata letak bangunan. Bangunan-bangunan yang semula renggang dan mempunyai halaman depan ditata kembali sehingga tidak mempunyai halaman depan. Bangunan-bangunan berada tepat di tepi jalan, demikian juga keberadaan gudang-gudang dan paviliun tidak lagi diperkenankan.
Bangunan-bangunan di Jalan Braga diputuskan hares mempunyai jumlah lantai satu atau dua, dengan uraian:
- Bagi bangunan berlantai satu, bagian depan diperuntukkan bagi perdagangan / toko, dan bagian belakang diperuntukkan bagi fungsi-fungsi lain, seperti: rumah tinggal, gudang, kantor, dan sebagainya.
- Bagi bangunan berlantai dua, lantai bawah bagian depan diperuntukkan bagi perdagangan / toko, dan bagian belakang serta lantai atas diperuntukkan bagi fungsi-fungsi lain.
- Bagi semua bangunan, diharusklan mempunyai etalase.

Usaha menjadikan Jalan Braga sebagai pusat perbelanjaan nomor satu di seluruh Hindia Belanda ternyata disambut hangat oleh berbagai kalangan dan lapisan

masyarakat. Para pengusaha perbelanjaan yang eksklusif dan terkenal berbondongbondong memindahkan tempat usahanya atau membuka cabang di Jalan Braga, Walaupun perintisan Jalan Braga untuk menjadi pusat perbelanjaan sudah dilakukan sebelum dicetuskannya ide besar tadi, yaitu dengan dibukanya Tiserba Hellermann pada tahun 1894 dan disusul oleh beberapa toko lainnya, tetapi peningkatan kegiatan secara dramatis terjadi setelah tahun 1920-an yang secara kebetulan menjadi momentum gerakan modernisasi kota-kota besar di Hindia Belanda.

Beberapa bangunan dan perusahaan layak diketengahkan disini karena mempunyai kontribusi terhadap sejarah dalam arti luas, baik sejarah pergerakan kemerdekaan, maupun perkembangan kebudayaan serta sejarah perkembangan Kota Bandung.

N. V. Fuchs en Rens yang kemudian menjadi P.T. Permorin adalah perusahaan perakitan mobil pertama di Hindia Belanda. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1919. Pada tahun yang sama didirikan Kantor Gas Negara yang menandai dijalankannya sistem gas kota untuk seluruh Kota Bandung. Sampai beberapa yahun terakhir ini, gas kota masih berfungsi dan jaringan pipa gas di seluruh kotapun hingga kini masih berada dalam keadaan baik. Sebelum tahun 1931 telah berdsiri Gedung Ons Genoegen (YPK sekarang) tempat berlangsungnya rapat politik di masa pergerakan.

Di salah satu gedung di Jalan Braga pernah berkantor Perusahaan Asuransi "Indonesia" yang dimiliki oleh Dr. S.A.M. Ratulangi. Perkataan "Indonesia" di masa pergerakan adalah perkataan tabu, sehingga tentu diperlukan jiwa pejuang di dalam diri Dr. Ratulangi untuk berani memberikan nama "Indonesia" bagi perusahaannya. Toko buku dan percetakan Van Dorp & Co., yang menempati Gedung Landmark sekarang, merupakan tempat tersendiri sebagai sarana penunjang kehidupan intelektual. Sedangkan arloji dan jam buatan Swiss yang terkenal hanya dapat diperoleh di Toko Stocker yang hingga sekarang masih dapat kita lihat bangunannya.

Masa jaya Jalan Braga yang berlangsung dari tahun 1920-an sampai dengan masa dimulainya pendudukan Jepang (1942), selain masih meninggalkan bangunan-bangunan yang sebagian masih utuh, juga meninggalkan kenangan bagi mereka yang pernah mengalami masa jayanya ini.

Berbicara mengenai Jalan Braga adalah berbicara mengenai suasana di suatu kawasan dan bukan hanya membicarakan sepenggal jalan dengan bangunan-bangunan kuno di kiri-kanannya.

Suasana Braga ini diciptakan antara lain oleh:
- Perbandingan yang baik antara ketinggian bangunan-bangunan dengan lebar jalan
- Adanya tertib bentuk yang mengatur perbandingan dari elemen-elemen bangunan, baik secara mendatar maupun secara tegak. Bangunan-bangunan di Jalan Braga, terutama yang berlantai dua, secara mendatar terdiri dari bagian-bagian:secara tegak bangunan di Jalan Braga mempunyai tiang / kolom yang jaraknya diatur berirama secara tetap.
- Selain itu, bagian-bagian bangunanpun kaya akan ornamen-ornamen atau hiasan-hiasan.

Keberadaan tertib bangunan ini, tanpa menjadikan bangunan-bangunan di Jalan Braga hares sama, sangat membantu menciptakan suasana dinamis. Sayang, pada perkembangannya, ornamen-ornamen yang menghiasi bagian-bagian bangunan sebagian besar ditutupi oleh "topeng" yang menyembunyikan wajah asli bangunanbangunan ini. Irama-irama yang tercipta menjadi tertutup oleh bahan-bahan bangunan penutup yang umumnya terbuat dari logam.

- Penataan bangunan yang meliputi peralihan dari bentuk-bentuk yang satu ke bentuk-bentuk yang lain dikerjakan dengan sangat cermat sehingga kita tidak merasakan adanya kesemrawutan.
- Jika kita amati, bangunan-bangunan di Jalan Braga sebagian besar adalah bangunan ganda serf di bawah satu atap besar. Bangunan serf ini dapat terdiri dari dua, tiga, empat, bahkan lima. Dari bangunan serf yang satu ke bangunan seri yang lain yang tidak sama bentuknya, diberikan peralihan yang dinyatakan di dalam bentuk, misalnya perbedaan ketinggian atap, celah-celah peralihan, dan lain-lain.
- Apalagi di masa lampau kebersihan bangunan dan lingkungan sangat diperhatikan sehingga suasana Jalan Braga benar-benar segar dan menyenangkan.

Marilah kita lihat perbendaharaan karya arsitektur yang kita miliki di Jalan Braga. Beberapa bangunan bergaya Art Deco yang menjadi bahan diskusi para pakar dunia berada di Bandung, yaitu: Gedung IKIP, Hotel Savoy Homann, dan Gedung BPD. Satu dari tiga gedung-gedung tersebut berada di Jalan Braga, yaitu Gedung BPD, dan interaksi antara Gedung BPD dan Hotel Savoy Homann terasa begitu kuat karena Hotel Savoy Homannpun berada begitu dekat dengan Jalan Braga.

Selasa, 23 November 2010

Konferensi Asia Afrika / KAA di Bandung 18 April 1955

Konferensi Asia Afrika / KAA di Bandung 18 April 1955 - Negara Peserta & Hasil KAA Dasasila Bandung / Bandung Declaration
Mon, 07/08/2006 - 12:11pm — godam64

Konfrensi Asia Afrika yang pertama (KAA I) diadakan di kota Bandung pada tanggal 19 april 1955 dan dihadiri oleh 29 negara kawasan Asia dan Afrika. Konferensi ini menghasilkan 10 butir hasil kesepakatan bersama yang bernama Dasasila Bandung atau Bandung Declaration.

Dengan adanya Dasa Sila Bandung mampu menghasilkan resolusi dalam persidangan PBB ke 15 tahun 1960 yaitu resolusi Deklarasi Pembenaran Kemerdekaan kepada negara-negara dan bangsa yang terjajah yang lebih dikenal sebagai Deklarasi Dekolonisasi.

Negara-Negara Peserta yang mengikuti Konferensi Asia Africa KAA 1 di Bandung :
1. Indonesia
2. Afghanistan
3. Kamboja
4. RRC / Cina
5. Mesir
6. Ethiopia
7. India
8. Filipina
9. Birma
10. Pakistan
11. Srilanka
12. Vietnam Utara
13. Vietnam Selatan
14. Saudi Arabia
15. Yaman
16. Syiria
17. Thailand
18. Turki
19. Iran
20. Irak
21. Sudan
22. Laos
23. Libanon
24. Liberia
25. Thailand
26. Ghana
27. Nepal
28. Yordania
29. Jepang

Sepuluh (10) inti sari / isi yang terkandung dalam Bandung Declaration / Dasasila Bandung :

1. Menghormati hak-hak dasar manusia seperti yang tercantum pada Piagam PBB.
2. Menghormati kedaulatan dan integritas semua bangsa.
3. Menghormati dan menghargai perbedaan ras serta mengakui persamaan semua ras dan bangsa di dunia.
4. Tidak ikut campur dan intervensi persoalan negara lain.
5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri baik sendiri maupun kolektif sesuai dengan piagam pbb.
6. Tidak menggunakan peraturan dari pertahanan kolektif dalam bertindak untuk kepentingan suatu negara besar.
7. Tidak mengancam dan melakukan tindak kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.
8. Mengatasi dan menyelesaikan segala bentuk perselisihan internasional secara jalan damai dengan persetujuan PBB.
9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.
10. Menghormati hukum dan juga kewajiban internasional.

Senin, 22 November 2010

Bila Waktu Telah berakhir

Minggu, 21 November 2010

gelembung_gelembung ,,,,,,,,,,

Permen karet

Permen karet adalah permen kunyah yang memiliki ciri khas yaiut dapat dibuat untuk mengembangkan gelembung. Warnanya beraneka ragam dan memiliki rasa tertentu. Biasanya permen karet bersifat lengket dan pada saat gelembung terkembang hingga batas tertentu, maka gelembung akan pecah dan mengenai wajah. Hal itu terjadi karena permen karet lebih kental daripada permen kunyah manapun. Namun terdapat pula merk permen karet seperti Hubba Bubba yang bersifat tidak lengket dan cenderung disukai anak-anak.
Permen karet biasa dicampur di mesin permen karet. Permen karet dapat ditemukan di toko-toko.
Untuk menggelembungkan bola dengan permen karet, seseorang dapat meratakan gusi ke palatum (langit-langit mulut) dan kemudian menekannya ke belakang gigi. Kemudian dorong ke luar sedikit dengan lidah kemudian digelembungkan. Bila langkah tersebut dilakukan dengan benar, maka akan terbentuk gelembung yang menarik.

Sejarah

Hingga saat ini sejarah permen karet masih belum jelas. Namun bukti sejarah tertua ditemukan pada tahun 1993 oleh para arkeolog berupa tiga gumpalan uang berisi pemanis madu yang telah berusia 9000 tahun yang dikunyah oleh para pemburu di Swedia. Akan tetapi bagi masyarakat Yunani kuno, mengunyah permen karet merupakan kebiasaan yang umum di masyarakat. Mereka mengunyah sebuah damar dari pohon mastic yang berasal dari Turki. Sementara itu di Amerika Utara, penduduk asli mempunyai kebiasaan mengunyah substansi yang dibuat dari damar pohon cemara yang terus dilanjutkan secara turun temurun hingga awal abad ke-19 yang kemudian diganti dengan parafin.

Jenis

  • Gum Balls - berbentuk seperti bola dan dilapisi. Ini adalah paling sering dijual di mesin permen karet. Di Britania Raya sering disebut sebagai 'Screwballs', seperti yang biasa terdapat di dasar es krim. Di AS, mereka dikenal sebagai "Gum Balls".
  • Bubblegum - dibuat dengan karakteristik agar dapat menghasilkan gelembung ketika ditiup.
  • Sugarfree gum - dibuat dengan pemanis buatan.
  • Permen & Gum kombinasi - terutama permen karet yang ditemukan di dalam beberapa jenis permen lolipop, seperti Charm Blow Pops.
  • Center Filled Gum - bola karet yang terbentuk di sekitar pusat permen karet yang lembut atau cair.
  • Slab Gum Cut & Wrap Gum - merujuk kepada nama mesin yang membungkus permen karet jenis ini, biasanya dalam bentuk bongkahan, kubus, atau bentuk silinder.
  • Permen Karet fungsional - sebuah permen karet dengan fungsi praktis. Vibe Energy Gum, misalnya, menggunakan permen karet sebagai sistem pengiriman kafein, ginseng, guarana, dan green tea.
  • Permen Karet Obat - permen karet yang bertindak sebagai sistem pengiriman untuk menambahkan obat ke dalam air liur, dengan menggunakan cara ini, obat akan lebih cepat masuk ke dalam aliran darah daripada pil.
  • Permen Karet Bubuk - mengalir bebas dalam bentuk bubuk atau bubuk yang dipadatkan menjadi bentuk yang unik.
  • Permen Karet Stik - berbentuk persegi panjang, tipis, datar, dan seperti lempengan.


Empat Manfaat Kunyah Permen Karet 


MENGUNYAH permen karet baik untuk Anda. Selain menyegarkan nafas, permen karet bisa membantu mengatasi keranjingan rokok, memperbaiki fungsi memori dan bahkan membantu menurunkan berat badan.

Kontestan The Biggest Loser (acara reality show di mana kontestan yang kelebihan berat badan berusaha menurunkan berat badan untuk menenangkan hadiah) menggunakan permen karet secara teratur. Selain itu, studi-studi juga menunjukkan bahwa mengunyah permen karet bisa mengontrol keranjingan makanan.

Permen karet tersebut tidak bekerja dengan cara melelehkan lemak Anda. Sejumlah studi kecil menemukan bahwa mengunyah permen karet bisa membantu mengurangi kalori. Tapi, pengurangan kalori tersebut tidak akan signifikan jika tidak diikuti dengan pengurangan kalori dan olahraga teratur.

Jika hendak mencoba cara ini, pilihlah permen karet bebas gula yang biasanya hanya mengandung lima kalori per buah. Sedang permen karet reguler mengandung 10 kalori.

Kurangi kalori

Peneliti dari University of Rhode Island mengungkap, orang-orang yang mengunyah permen karet mengonsumsi 68 kalori lebih sedikit saat makan siang. Selain itu, mereka tidak mengganti pengurangan kalori tersebut dengan makan lagi setelahnya.

Studi lain dari Louisiana State University mengindikasikan bahwa mengunyah permen karet membantu mengontrol selera, menurunkan asupan kalori harian partisipan hingga 40 persen dan mengurangi keranjingan terhadap kudapan.

Jika Anda bisa mengurangi sekitar 50 kalori sehari dengan mengunyah permen karet, kemudian melakukan perubahan gaya hidup lainnya, seperti beralih ke susu rendah atau bebas lemak dan naik tangga di kantor, Anda bisa mengurangi 100 kalori sehari. Jumlah ini bisa membantu Anda menurunkan 5 kilogram berat badan setahun.

Berikut beberapa trik menghemat kalori dengan mengunyah permen karet:

Kunyah permen karet saat Anda tiba-tiba ingin makan kudapan atau makan besar di luar jam makan.

Masukkan permen karet ke mulut saat di penghujung makan sebagai pertanda bahwa makan Anda telah selesai. Cara ini juga bisa mencegah makan kudapan tanpa kontrol di depan TV.

Simpan permen karet di dompet atau tas Anda untuk membantu menahan godaan makanan kaya kalori.

Pastikan mulut Anda tetap sibuk dengan permen karet saat memasak. Hal ini untuk mencegah kalori ekstra dari makanan yang Anda cicipi tanpa sadar saat memasak.

Jangan berlebih

Meskipun bisa membantu mengurangi kalori dan menghindari kudapan berlemak, jangan mengunyah permen karet dalam jumlah berlebih. Pastikan hanya mengonsumsi 15-20 buah permen karet sehari.

Sebagian besar permen karet bebas gula mengandung pemanis rendah kalori yang dikenal dengan sorbitol. Sorbitol merupakan gula alkohol yang bisa diserap oleh usus halus dan bekerja sebagai laksatif. Sebuah studi yang dipublikasikan di The British Medical Journal mengungkap kasus diare kronis, rasa sakit, dan penurunan berat badan tanpa sebab pasti yang ternyata disebabkan oleh kelebihan konsumsi permen karet mengandung sorbitol. (IK/OL-08) ....






untuk loe pdeee leh tu mkn permen karet ........
belajar yach makan permen karetnyaaa,,,,,

Sabtu, 20 November 2010

Belitung Tercintaa ,,,,,,,,,,

Pulau Belitung

Belitung, atau Belitong (bahasa setempat, diambil dari nama sejenis siput laut), dulunya dikenal sebagai Billiton adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatra, Indonesia, diapit oleh Selat Gaspar dan Selat Karimata. Pulau ini terkenal dengan lada putih (Piper sp.) yang dalam bahasa setempat disebut sahang, dan bahan tambang tipe galian-C seperti timah putih (Stannuum), pasir kuarsa, tanah liat putih (kaolin), dan granit. Serta akhir-akhir ini menjadi tujuan wisata alam alternatif. Pulau ini dahulu dimiliki Britania Raya (1812), sebelum akhirnya ditukar kepada Belanda, bersama-sama Bengkulu, dengan Singapura dan New Amsterdam (sekarang bagian kota New York). Kota utamanya adalah Tanjung Pandan.
Pulau Belitung terbagi menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung, beribukota di Tanjung Pandan, dan Belitung Timur, beribukota Manggar.
Sebagaian besar penduduknya, terutama yang tinggal di kawasan pesisir pantai, sangat akrab dengan kehidupan bahari yang kaya dengan hasil ikan laut. Berbagai olahan makanan yang berbahan ikan menjadi makanan sehari-hari penduduknya. Kekayaan laut menjadi salah satu sumber mata pencaharian penduduk Belitung. Sumber daya alam yang tak kalah penting bagi kehidupan masyarakat Belitung adalah timah. Usaha pertambangan timah sudah dimulai sejak zaman Hindia Belanda.
Penduduk Pulau Belitung terutama adalah suku Melayu (bertutur dengan dialek Belitung) dan keturunan Tionghoa Hokkien dan Hakka.
Secara geografis pulau Belitung (Melayu ; Belitong) terletak pada 107°31,5' - 108°18' Bujur Timur dan 2°31,5'-3°6,5' Lintang Selatan. Secara keseluruhan luas pulau Belitung mencapai 4.800 km² atau 480.010 ha.Pulau Belitung disebelah utara dibatasi oleh Laut Cina Selatan, sebelah timur berbatasan dengan selat Karimata, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa dan sebelah barat berbatasan dengan selat Gaspar. Di sekitar pulau ini terdapat pulau-pulau kecil seperti Pulau Mendanau, Kalimambang, Gresik, Seliu dan lain-lain.


Sejarah Belitung

Belitung merupakan kepulauan yang mengalami beberapa pemerintahan raja-raja. Pada akhir abad ke-7, Belitung tercatat sebagai wilayah Kerajaan Sriwijaya, kemudian ketika Kerajaan Majapahit mulai berjaya pada tahun 1365, pulau ini menjadi salah satu benteng pertahanan laut kerajaan tersebut. Baru pada abad ke-15, Belitung mendapat hak-hak pemerintahannya. Tetapi itupun tidak lama, karena ketika Palembang diperintah oleh Cakradiningrat II, pulau ini segera menjadi taklukan Palembang.[1]
Sejak abad ke-15 di Belitung telah berdiri sebuah kerajaan yaitu Kerajaan Badau dengan Datuk Mayang Geresik sebagai raja pertama. Pusat pemerintahannya terletak di sekitar daerah Pelulusan sekarang ini. Wilayah kekuasaaannya meliputi daerah Badau, Ibul, Bange, Bentaian, Simpang Tiga, hingga ke Buding, Manggar dan Gantung. Beberapa peninggalan sejarah yang menunjukkan sisa-sisa kerajaan Badau, berupa tombak berlok 13, keris, pedang, gong, kelinang, dan garu rasul. Peninggalan-peninggalan tersebut dapat ditemui di Museum Badau.[1]
Kerajaan kedua adalah Kerajaan Balok. Raja pertamanya berasal dari keturunan bangsawaan Jawa dari Kerajaan Mataram Islam bernama Kiai Agus Masud atau Kiai Agus Gedeh Ja'kub, yang bergelar Depati Cakraningrat I dan memerintah dari tahun 1618-1661. Selanjutnya pemerintahan dijalankan oleh Kiai Agus Mending atau Depati Cakraningrat II (1661-1696), yang memindahkan pusat kerajaan dari Balok Lama ke suatu daerah yang kemudian dikenal dengan nama Balok Baru. Selanjutnya pemerintahan dipegang oleh Kiai Agus Gending yang bergelar Depati Cakraningrat III.[1]
Pada masa pemerintahan Depati Cakraningrat III ini, Belitung dibagi menjadi 4 Ngabehi, yaitu :
  1. Ngabehi Badau dengan gelar Ngabehi Tanah Juda atau Singa Juda;
  2. Ngabehi Sijuk dengan gelar Ngabehi Mangsa Juda atau Krama Juda;
  3. Ngabehi Buding dengan gelar Ngabehi Istana Juda.
Masing-masing Ngabehi ini pada akhirnya menurunkan raja-raja yang seterusnya lepas dari Kerajaan Balok. Pada tahun 1700 Depati Cakraningrat III wafat lalu digantikan oleh Kiai Agus Bustam (Depati Cakraningrat IV). Pada masa pemerintahan Depati Cakraningrat IV ini, agama Islam mulai tersebar di Pulau Belitung.
Gelar Depati Cakraningrat hanya dipakai sampai dengan raja Balok yang ke-9, yaitu Kiai Agus Mohammad Saleh (bergelar Depati Cakraningrat IX), karena pada tahun 1873 gelar tersebut dihapus oleh Pemerintah Belanda. Keturunan raja Balok selanjutnya yaitu Kiai Agus Endek (memerintah 1879-1890) berpangkat sebagai Kepala Distrik Belitung dan berkedudukan di Tanjungpandan.
Kerajaan ketiga adalah Kerajaan Belantu, yang merupakan bagian wilayah Ngabehi Kerajaan Balok. Rajanya yang pertama adalah Datuk Ahmad (1705-1741), yang bergelar Datuk Mempawah. Sedangkan rajanya yang terakhir bernama KA. Umar.
Kerajaan keempat atau yang terakhir yang pernah berdiri adalah Kerajaan Buding, yang merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Balok. Rajanya bernama Datuk Kemiring Wali Raib. Dari keempat kerajaan yang telah disebutkan diatas, Kerajaan Balok merupakan kerajaan terbesar yang pernah ada di Pulau Belitung.[1]

[sunting] Masa pendudukan Belanda-Jepang

Pertambangan tungsten dan timah yang dikelola Perusahaan Billiton Maatschapij di Belitung (1942).
Pada abad ke-17, Pulau Belitung menjadi jalur perdagangan dan tempat persinggahan kaum pedagang. Dari sekian banyak pedagang, yang paling berpengaruh adalah pedagangn Cina dan Arab. Hal ini dapat dibuktikan dari tembikar-tembikar yang berasal dari Wangsa Ming abad ke-14 hingga ke-17, yang banyak ditemukan dalam lapisan-lapisan tambang timah di daerah Kepenai, Buding, dan Kelapa Kampit. Berdasarkan catatan dari sejarawan Cina bernama Fei Hsin (1436). Sedangkan orang Cina mengenal Belitung disebabkan pada tahun 1293, pedagang-pedagang Cina tersebut masuk ke Pulau Belitung sekitar tahun 1293. Sebuah armada Cina dibawah pimpinan Shi Pi, Ike Mise dan Khau Hsing yang sedang mengadakan perjalanan ke Pulau Jawa terdampar di perairan Belitung.[1]
Selain bangsa Cina, bangsa lain yang banyak mengenal Pulau Belitung adalah bangsa Belanda. Pada tahun 1668, sebuah kapal Belanda bernama 'Zon De Zan Loper', dibawah pimpinan Jan De Marde, tiba di Belitung. Mereka merapat di sungai Balok, yang saat itu merupakan satu-satunya bandar di Pulau Belitung yang ramai dikunjungi pedagang asing.[1]
Berdasarkan penyerahan Tuntang pada tanggal 18 September 1821, Pulau Belitung masuk dalam wilayah kekuasaan Inggris (meskipun secara de facto terjadi pada tanggal 20 Mei 1812). Residen Inggris di Bangka, mengangkat seorang raja siak untuk memerintah Belitung karena di pulau kecil ini sering terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh tetua adat. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Komisaris Jenderal Kerajaan Inggris tanggal 17 April 1817, Inggris menyerahkan Belitung kepada Kerajaan Belanda. Selanjutnya atas nama Baginda Ratu Belanda, ditunjuk seorang Asisten Residen untuk menjalankan pemerintahan di Pulau Belitung.[1]
Pada tahun 1823, seorang Kapten berkebangsaan Belgia bernama JP. De La Motte, yang menjabat sebagai Asisten Residen dan juga pimpinan tentara Kerajaan Belanda, berhasil menemukan timah di pulau tersebut. Selanjutnya seusai Traktat London tahun 1850, penambangannya diambil alih oleh Billiton Maatschapij, sebuah perusahaan penambangan timah milik Pemerintah Belanda. Pada saat itu Belitung terbagi atas 6 daerah, yaitu :
  • Tanjungpandan dan Gantung/Lenggang yang berada langsung dibawah pemerintahan Depati;
  • Badau, Sijuk, Buding dan Belantu yang berada dibawah pemerintahan masing-masing Ngabehi.[2]
Pada tahun 1890, pangkat Ngabehi dihapus dan digantikan dengan Kepala Distrik. Selanjutnya terdapat 5 distrik yaitu : Tanjungpandaan, Manggar, Buding, Dendang dan Gantung. Tahun 1852 Belitung dipisahkan dari Bangka dalam urusan administrasi dan kewenangan penambangan timah. Pemisahan tersebut atas desakan JF. Louden (kepala pemerintahan pusat di Batavia), untuk mencegah pengaruh buruk dari Residen Bangka yang iri melihat pertambangan timah yang berkembang dengan pesat di Belitung. Dalam rangkaian sistem pemerintahan Hindia Belanda, pada tahun 1921 Belitung dijadikan sebuah distrik yang dikepalai oleh seorang Demang yaitu KA. Abdul Adjis, yang dibantu 2 orang Asisten Demang yang membawahi 2 onder district, yaitu Belitung Barat dan Belitung Timur. Gemeente atau kelurahan di Belitung dibentuk pada tahun 1921-1924. Berdasarkan Ordonantie No. 73 tanggal 21 Februari 1924, Belitung terbagi menjadi 42 Gemeente.[2]
Pada tahun 1933, Belitung berubah status menjadi satu Onder-afdeling yang diperintah oleh seorang Controleur dengan pangkat Assistant Resident, yang bertanggung jawab kepada Residen dari Afdeling Bangka - Belitung yang berkedudukan di Pulau Bangka. Tanggal 1 Januari 1939 berlaku peraturan baru di wilayah di wilayah Belitung, yang berarti Pulau Belitung sudah diberi hak untuk mengatur daerahnya sendiri. Tentu saja hal tersebut mempengaruhi beberapa keadaan, misalnya Onder-afdeling Belitung meliputi 2 distrik yaitu, Distrik Belitung Barat dan Distrik Belitung Timur, yang masing-masing dikepalai oleh seorang Demang.[2]
Tentara Jepang menduduki Pulau Belitung pada bulan April 1944, pemerintahan dikedua distrik dikepalai oleh Gunco. Pada awal tahun 1945, Jepang membentuk Badan Kebaktian Rakyat di Belitung yang bertugas membantu pemerintahan. Masa pendudukan Jepang tidak lama, selanjutnya terjadi perubahan kembali ketika tentara Belanda kembali menguasai Belitung pada tahun 1946. Pada masa pemerintahan Belanda ini, Onder-afdeling Belitung diperintah kembali oleh Asisten Residen Bangsa Belanda, sedangkan penguasaan distrik tetap dipegang oleh seorang Demang yang kemudian diganti dengan sebutan Bestuurhoofd.[2]

[sunting] Masa kemerdekaan

Pulau Belitung sebagai bagian dari Residensi Bangka - Belitung, beberapa tahun lamanya pernah menjadi bagian dari Gewest Borneo, kemudian menjadi bagian Gewest Bangka - Belitung dan Riau. Tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama, karena muncul peraturan yang mengubah Pulau Belitung menjadi Neolanchap. Selanjutnya sebagai badan pemerintahan dibentuklah Dewan Belitung pada tahun 1947. Pada waktu pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS), Neolanchap Belitung merupakan negara tersendiri, bahkan karena sesuatu hal tidak menjadi negara bagian. Tahun 1950 Belitung dipisahkan dari RIS dan digabungkan dalam Republik Indonesia. Pulau Belitung menjadi sebuah kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Sumatera Selatan dibawah kekuasaan militer, karena pada waktu itu Sumatera Selatan merupakan Daerah Militer Istimewa. Sesudah berakhirnya pemerintahan militer, Belitung kembali menjadi kabupaten yang dikepalai oleh seorang Bupati.[2]

[sunting] Setelah tahun 2000

Pada tanggal 21 November 2000, berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000, Pulau Belitung bersama dengan Pulau Bangka memekarkan diri dan membentuk satu provinsi baru dengan nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Provinsi ini merupakan provinsi ke-31 di Indonesia. Berdasarkan aspirasi masyarakat dan berbagai pertimbangan, Kabupaten Belitung dibagi menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung beribukota di Tanjungpandan dengan cakupan wilayah meliputi 5 kecamatan dan Kabupaten Belitung Timur dengan Manggar sebagai ibukotanya dengan cakupan wilayah meliputi 4 kecamatan.[2]

Paman qooeee ,,,,,,,,

Albert Einstein (lahir 14 Maret 1879 – meninggal 18 April 1955 pada umur 76 tahun) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia.
Albert Einstein, Tokoh Abad Ini (Person of the Century)
Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Tokoh Abad Ini" oleh majalah Time.
Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.
Rumus Einstein yang paling terkenal adalah E=mc²

Biografi

[sunting] Masa muda dan universitas

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.
Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.
Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.
Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.
Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
'Einsteinhaus' di kota Bern di mana Einstein dan Mileva tinggal (di lantai 1) pada masa Annus Mirabilis
Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

[sunting] Kerja dan Gelar Doktor

Albert Einstein, 1905
Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka.
Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich.
Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.
Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.

[sunting] Gerakan Brownian

Albert Einstein, 1951 (saat ulang tahun ke 72, diambil oleh Arthur Sasse, photographer)
Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.

hindari yach

Hindari Bau Mulut Saat Berpuasa


Umat muslim di dunia, termasuk Indonesia, memasuki bulan penuh berkah yakni bulan Ramadan. Persiapan-persiapan untuk menjalankan ibadah puasa pun dilakukan. Mulai dari mempersiapkan perlengkapan ibadah, makanan manis seperti korma untuk berbuka, hingga kesiapan kesehatan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit.
Salah satu bagian tubuh yang sering kali bermasalah saat berpuasa adalah mulut. Sering kali bau mulut seseorang di bulan Puasa menjadi masalah serius dalam hubungan komunikasi dengan orang lain.
”Wajar saja hal itu terjadi karena memang ada yang menyikat gigi setelah tidur usai sahur, ada juga yang tidak. Bau mulut memang tidak bisa terhindarkan,” ujar dokter gigi Hariani Agustiarini.
Sebagian orang biasanya menyempatkan diri untuk tidur beberapa saat sehabis sahur dan salat Subuh, sebelum berangkat kerja. Namun, hal ini kerap menimbulkan masalah ketika bangun. Banyak orang yang ragu-ragu untuk menyikat gigi mengingat masih dalam kondisi berpuasa. Mereka beranggapan bahwa menyikat gigi itu makruh.
”Kalau menurut saya, tetap saya sarankan untuk menyikat gigi bila tidur lagi setelah sahur. Karena seberapa lama pun kita tidur, proses pembusukan dalam gigi tetap berlangsung dan itu menimbulkan bau mulut,” kata Hariani.
Bakteri di dalam gigi sebenarnya terus melakukan proses pembusukan, terutama setelah makan dan kondisi tubuh tidak aktif atau tidur. Menyikat gigi sebelum tidur tidak menjamin sisa-sisa makanan yang ada di dalam gigi terbuang semuanya. Makanan yang tersisa inilah yang menjadi sumber makanan dari bakteri dalam gigi sehingga berpotensi menimbulkan bau.
Tetapi, tingkat bau mulut seseorang tergantung dari kualitas mereka membersihkan gigi. Juga kondisi kesehatan seseorang. Orang yang menderita diabetes, misalnya, mulutnya akan tetap bau. Begitu juga yang menderita maag, bau mulut cepat keluar karena sensasi asam lambung yang cepat.
Untuk menjaga agar mulut tetap segar saat puasa dan tidak menimbulkan bau yang berlebih, makanan yang dikonsumsi saat sahur sebaiknya makanan yang tidak berpotensi tinggi menimbulkan bau, seperti pete atau goreng-gorengan. Makanan yang disarankan untuk sahur yaitu makanan tinggi serat seperti sayur dan buah.
Bau mulut saat puasa terjadi karena kekeringan pada mulut akibat kurangnya cairan (saliva atau air ludah). Karena saliva berkurang, bakteri dalam mulut pun jadi lebih banyak sehingga muncul bau mulut. Bagaimana mencegahnya? Berikut tips mengatasi bau mulut selama puasa:
* Hindari makanan yang berpotensi menimbulkan bau seperti bawang merah, bawang putih, petai, jengkol, durian, ikan, daging, juga berbagai produk susu.
* Kurangi jumlah rokok yang diisap
* Gosok gigi setelah sahur, berbuka puasa dan mau tidur. Gosok dengan cara yang benar agar gigi dan rongga mulut bersih dan tidak tersisa makanan
* Untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi, gunakan benang gigi
* Perbanyak konsumsi buah dan sayur
* Kurangi konsumsi minuman berkafein
* Bila menggunakan obat kumur, jangan berlebih karena akan menghilangkan kondisi flora normal yang dibutuhkan gigi.

Salam hangat,

bisikan syechthan ....

Menepis Bisikan Setan

posted in Aqidah & Manhaj |
Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari
Tanya:
Apakah termasuk musibah dan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi seorang hamba bila ia diganggu oleh bisikan-bisikan untuk berpikir menanyakan keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan penciptaan-Nya. Juga bisikan yang menakut-nakuti dia akan hal-hal yang tidak disukai atau takut kehilangan yang dicintai, dijenuhkan dengan banyaknya aturan syariat yang dibebankan kepadanya sehingga hal tersebut membuatnya sedih, lemas, dan mengganggu ibadahnya. Namun ia tetap berusaha untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ajaran Nabi-Nya.
Natsir-Jayapura
Jawab:
Alhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi wa man walah.
Apa yang anda alami adalah bisikan-bisikan setan, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُوْلُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى يَقُوْلَ: مَنْ خَلَقَ اللهَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ وَلْيَنْتَهِ. – وَفِي لَفْظٍ: فَلْيَقُلْ: آمَنْتُ بِاللهِ وَرُسُلِهِ -
“Setan akan mendatangi salah seorang dari kalian lalu membisikkannya: ‘Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?’ Sampai kemudian ia akan membisikkan: ‘Siapa yang menciptakan Allah?’ Jika dia sampai pada tingkatan itu maka hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah,1 dan berhenti.” (Muttafaq ‘alaih)2
Dalam riwayat Muslim yang lain dengan lafadz: “Maka hendaklah ia mengatakan: ‘Aku beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.’”
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata: “Hadits ini menjelaskan bahwa setan pasti akan melontarkan pertanyaan yang batil tersebut. Baik sekedar bisikan belaka (yang disusupkan ke dalam qalbu) atau melalui lisan para setan dari kalangan manusia dan ahlul ilhad (orang-orang mulhid yang menentang dan mencela agama). Dan faktanya adalah seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena dua hal ini benar-benar terjadi.
Setan selalu memasukkan bisikan-bisikannya ke dalam qalbu seseorang yang tidak memiliki bashirah (ilmu) dengan pertanyaan yang batil ini. Demikian pula ahlul ilhad, senantiasa melontarkan syubhat ini, yang merupakan sebatil-batil syubhat.
Mereka juga senantiasa berbicara dan membahas tentang penyebab terciptanya alam serta materi penciptaannya dengan pembahasan-pembahasan yang lemah dan tidak masuk akal.
Dalam hadits yang agung ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membimbing bagaimana cara menangkal pertanyaan ini, yaitu dengan tiga cara:
1. Berhenti darinya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi batasan pada akal dan pikiran yang tidak akan mampu dilampaui. Tidak mungkin akal dan pikiran bisa melampaui batasan tersebut karena itu adalah sesuatu yang mustahil. Upaya untuk mencapai sesuatu yang mustahil adalah perbuatan batil dan merupakan kedunguan. Sementara berantainya pencipta3 tanpa batas akhir merupakan perkara yang paling mustahil. Karena setiap makhluk memiliki permulaan dan batas akhir, dan mungkin saja banyak dari perkara-perkara makhluk yang berantai penciptaannya hingga berakhir pada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan seluruh makhluk, sifat, materi, dan unsur-unsurnya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى
“Dan sesungguhnya kepada Rabbmulah segala sesuatu berakhir.” (An-Najm: 42)
Jika jangkauan akal sudah sampai pada batas terakhir (yaitu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan seluruh makhluk), maka dia akan berhenti dan menyerah (tidak mampu memikirkan lebih lanjut). Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat yang Awwal (Yang Pertama dan tidak berpermulaan), yang tidak ada sesuatupun sebelumnya dan Dia-lah yang akhir dan tidak ada akhirnya, yang tidak ada sesuatupun setelahnya4.
Jadi keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebagai Dzat yang awal yang mendahului segala sesuatu dan tidak memiliki batas permulaan, sejauh manapun kita menarik waktu dan keadaan ke belakang yang bisa ditakdirkan. Karena Dia-lah Dzat yang menciptakan keberadaan seluruh waktu dan keadaan serta akal yang merupakan bagian dari kekuatan (kemampuan) manusia. Jika demikian, bagaimana mungkin akal akan berupaya memaksakan diri dalam memikirkan pertanyaan yang batil tersebut (siapa yang menciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala). Yang wajib bagi akal dalam masalah ini adalah berhenti dan mengakhiri apa yang dipikirkannya.
2. Memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari godaan setan5. Karena ini merupakan was-was dan bisikan setan yang dimasukkan ke dalam qalbu manusia guna menimbulkan syak (keraguan) dalam mengimani Rabb-nya. Wajib bagi setiap hamba jika merasakan hal demikian untuk memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari godaan setan dengan kuat dan sungguh-sungguh. Niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengusir setan itu hingga menjauh darinya dan lenyaplah was-was dan bisikannya yang batil.
3. Menangkalnya dengan iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para rasul. Karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para rasul-Nya telah mengabarkan bahwa Dia-lah yang awal yang tiada sesuatupun sebelumnya. Dia-lah satu-satunya Dzat yang memiliki keesaan, satu-satunya pencipta yang menciptakan segala sesuatu yang ada di masa lalu dan masa yang akan datang.
Keimanan yang benar disertai keyakinan yang kokoh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan rasul-Nya akan menangkal seluruh syubhat (pemikiran rancu) yang bertentangan dengan iman. Karena kebenaran akan menangkal kebatilan dan syak (keraguan) yang dicampakkan oleh setan tidak akan bisa menggoyahkan keyakinan yang kokoh.
Inilah tiga perkara yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membatalkan syubhat-syubhat yang senantiasa diserukan oleh ahlul ilhad dengan ungkapan-ungkapan yang beraneka macam. Alhamdulillah, perkara yang pertama akan mengakhiri kejelekan tersebut saat itu juga. Perkara yang kedua akan mengakhiri sebab yang akan menyeret kepada kejelekan tersebut dan perkara yang ketiga akan membentengi serta melindungi dari segala perkara yang bertentangan dengan iman.
Ketiga perkara ini merupakan kumpulan sebab-sebab yang akan menangkal setiap syubhat yang bertentangan dengan iman6. Maka (yang demikian ini) sangatlah patut dilakukan dalam rangka menangkal setiap syubhat dan kesamaran yang merongrong iman. Hendaklah seorang hamba menangkalnya saat itu juga dengan hujjah-hujjah yang menunjukkan batilnya serta menetapkan al-haq yang tidak ada selainnya kecuali kesesatan.
Kemudian berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari setan yang senantiasa mencampakkan ke fitnah syubhat dan syahwat ke dalam qalbu manusia untuk menggoyahkan keimanan dan menjerumuskan manusia ke dalam berbagai kemaksiatan. Dengan kesabaran7 dan keyakinan yang dimiliki, seorang hamba akan selamat dari fitnah-fitnah syubhat dan syahwat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik dan perlindungan kepada kita.
(Bahjatu Qulubil Abrar wa Qurratu ‘Uyunil Akhyar fi Syarhi Jawami’il Akhbar, hlm. 18-20)
Footnote:
1 Yaitu dengan membaca:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terlaknat.” (pen)
2 Shahih Al-Bukhari (no. 3276) dan Shahih Muslim (no. 134).
3 Artinya bahwa sang pencipta diciptakan oleh pencipta sebelumnya tanpa batas akhir.
4 Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah dalam Shahih Muslim (no. 2713). (pen)
5 Lihat catatan kaki no. 1.
6 Penjelasan berikut ini juga mengandung jawaban terhadap perkara ke-2 dan ke-3 yang dialami oleh sang penanya.
7 Yaitu bersabar dalam melaksanakan perintah-perintah Allah, bersabar dalam meninggalkan larangan-larangan-Nya dan bersabar dalam menerima takdir Allah yang digariskan untuknya.

lupaaaaaaaaa'



Hal-hal yang bisa menyebabkan penyakit lupa:

- Makan kepala ikan
- Organ dalam binatang seperti hati. Limpa, jantung, perut dan yang sejsenisnya kecuali atas nasihat dokter untuk keperluan kesehatan.
- Makan Makanan yang tercemar oleh semut karena semut dipercaya mengandungi sejenis kimia yang menyebabkan daya ingatan menjadi lemah.
- Jangan makan berlebihan
- Jangan minum air antara suapan makan. Maksudnya, jangan minum
sebelum anda selesai makan.

Selain dari itu, hindari benturan yang kuat pada kepala. Benturan di kepala yang kuat dan terlalu sering akan mengakibatkan kadar sejenis bahan kimia yang disebut dopamin akan berkurang di dalam sel-sel otak. Lalu mengakibatkan daya ingat yang lemah.

Rahasia Menguatkan Daya Ingat

Untuk menguatkan daya ingat,dengan rahmat dan kasih sayang Allah SWT, kita dikurniakan makanan yang baik dan dapat menguatkan sistem saraf kita. Diantara jenis makanan yang bisa meningkatkan fungsi ingatan adalah:

- Buah anggur hitam
- Madu lebah
- Susu
- Air zam zam
- Kismis
- Jus wortel & madu
- Kurma
- Ikan tuna
- Tempe

Itu hanyalah sebagian dari makanan yang bisa meningkatkan daya ingatan manusia.

Selain dari itu, oksigen juga amat penting untuk merangsang otak supaya senantiasa cekatan dan cerdas. Satu teknik mengawali pernafasan yang amat baik diamalkan adalah dengan menarik nafas sebanyak 7 hitungan, kemudian tahan nafas sebanyak 14 hitungan. Lakukan terus hal ini terutama ketika sedang letih.


 penyakit lupppaaaaa


Tadi malem aku smsn (hehehe smsn terus padahal ngritik sendiri :) jadi malu :D ) sama si ayang:
Ayang : Bee seminggu yang lalu waktu diwarnet abee janji belikan aku apa hayo…mangsih inget nggak?
Abee : Apa ya yang….lupa iks…
Ayang : hayah lupa iks nggak jadi deh…tukul nya belum selese tho? (kebetulan lagi nonton empat mata)
Abee : Yang…ngomong ajah..aku bener2 lupa..maaf yach…
Ayang : Yawdah nggak pa2 cuman ngetes…
Abee : Udah…ngomong ajah…
Nggak tahu mungkin karena kesel si Ayang nggak bales smsku lagi. Si tukul selese dengan banyolannya, berita juga udah selese akupun tidur.
Tadi pagi saat mau berngkat aku ke kamar sebelah tampak si wahyu lagi kebingungan nyari sesuatu.
Wahyu : cup, liat kunci motorku nggak?
Abee : Lha tadi malem taruh dimana? si wahyu mangsih saja beringsutan ngobrak-abrik lemari.
Wahyu : udah ketemu, cup..
Abee : Yawdah ayok berangkat…
Wahyu : Sik….dompet amak N-gage ku kemana?
Abee : Hayah cah iki…telat nich…
Wahyu : Apa ketinggalan di warnet mu, ya, cup? yawdah, dah telat ujian jam 8 nich…
Abee : Yawdah hayok…nanti aku coba cari di wartnet..
Si wahyu langsung ujian dan aku kewarnet tapi ternyata dompet dan N gage nya nggak ada.
Wuadu….mangsih muda kita udah pelupa :mrgreen:
Aku belum seberapa, si Wahyu jugax pernah ketinggalan Tas yang baru dibelinya di sebuah mall di semarang. Baru setelah sampai di kost dia baru nyadar kalok tas barunya ketinggalan di tempat parkir. Dia pun kembali ke Mall dan berharap menemukan kembali tasnya. Untung saja tas yang masih terbungkus rapi masih berada di atas kendaraan orang lain yang parkir disitu.
Belon selese nich contohnya, ada lagi, dulu ada anak asal kendal yang ngekos bersamaku. Dia jugax anaknya pelupa, namun untuk hal-hal yang sepele kayak si wahyu tadi. Tapi si Aya (panggilannya) ini bukan anak sembarangan. Sewaktu SMA adalah juara Olimpiade Matematika tingkat Jateng. Setelah lulus dia ngambil Matematika murni di kampusku walaupun katanya dia sebenarnya pengen ambil kependidikan namun oleh pihak universitas dia dimasukkan ke Prodi murni. Sekarang dia tidak ngekos lagi disini. Kabar terkhir, dia katanya jadi Asisten dosen.
Wuahahahahaha sampe berbusa cerita ngalor ngidul… :mrgreen:
Penyakit lupa menyerang manula
Mudah lupa dapat terkait dengan penambahan usia yang sering dihubungkan dengan inefisiensi proses memori, seperti proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang baik, kesulitan memusatkan perhatian dan mengabaikan distraktor, membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari sesuatu yang baru, dan lebih banyak dibutuhkan isyarat untuk mengingat kembali informasi yang telah tersimpan. Mudah lupa akan semakin berat jika menyerang manula dan disebut sebagai age-associated memory impairment (AAMI).
Pada amnesia, informasi hanya sampai di memori jangka pendek. Dengan kata lain, terjadi kegagalan atau kesulitan belajar yang berarti sudah bersifat patologis. Namun, perhatian terhadap informasi yang masuk, mengingat kembali informasi yang sudah lama, fungsi kognisi, bahasa, dan kepribadian masih berjalan dengan normal. Hanya proses penerusan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang yang gagal sehingga informasi baru tersebut tidak dapat diingat kembali.
Sedangkan demensia gangguan yang paling berat. Informasi sama sekali tidak dapat masuk dalam proses memori. Bisa disebabkan oleh berbagai kelainan di otak seperti: gangguan vaskuler (stroke) dan degeneratif (sindrom Alzheimer).
Orang muda juga
Tepatlah apa yang dikatakan oleh Cynthia Green, ahli ilmu jiwa yang mengajar di Sekolah Kedokteran Mount Sinai, New York, memori akan menjadi bom krisis baru. Hal itu diperkuat oleh tim Pusat Riset Rank Xerox, sebuah laboratorium di Manchester, Inggris, produsen berbagai alat untuk mengatasi kegagalan memori. Hasil riset tersebut, kemunduran memori sudah dialami oleh orang-orang muda, usia akhir 20-an. Mereka, misalnya, sering lupa wajah dan nama seseorang selama beberapa saat. Atau mau mengerjakan sesuatu tiba-tiba lupa sama sekali.
Tim Xerox menuding semakin kompetitifnya kehidupan masa kini sebagai salah satu penyebabnya. Ini bisa ditengarai dengan semakin panjangnya jam kerja kantor. Tuntutan kehidupan juga membuat orang menjadi bunglon pekerja alias mendobel. Entah menjadi dosen luar biasa atau konsultan.
“Kehidupan yang sangat sibuk memungkinkan Anda manjadi pelupa,” kata Dr. Abigail Sellen, salah seorang peneliti.
Sellen mengacu kepada penelitian yang dilakukannya terhadap 15.000 manajer dan eksekutif di Insead, sebuah sekolah bisnis di Eropa. Selama lima tahun, angka yang menyatakan memori dan konsentrasi merupakan persoalan besar meningkat dari 15% menjadi 25%. Kesibukan, seperti diungkapkan oleh dr. Michael McGannon, kepala bagian Pendidikan Bisnis Kesehatan Insead, bisa menenggelamkan seseorang dalam suasana tertekan yang bisa berakibat buruk, yakni kegagalan memori.
Ancaman lainnya adalah lingkungan. Profesor James Reason dari Universitas Manchester mengatakan, timah hitam yang terdapat dalam bensin dan sumber-sumber lain dapat merusak inteligensia dan daya ingat anak-anak. “Memori seorang anak yang dalam masa pertumbuhan bisa rusak karena banyak menghirup zat beracun,” katanya.
Hal ini diamini oleh Prof. Dr. Soemarno Markam, ahli saraf FKUI – RSCM. Menurut dia, polusi bisa menyebabkan perkembangan saraf otak terganggu. Ia memberi contoh orang-orang Rusia pedesaan yang hidup di lingkungan bersih. “Hingga usia 100 pun mereka tidak pikun,” ujarnya.
Studi terbaru malah menunjukkan, bedah operasi menggunakan bius total juga bisa menimbulkan masalah berkaitan dengan memori dan konsentrasi.
Apa yang terjadi dengan otak mereka?
Cara mengatasi
Penelitian untuk menemukan unsur baru dalam otak yang bisa diberi perlakuan obat-obatan masih terus berlanjut. Di pihak lain, banyak terapis yang menawarkan metode lain. Dengan motivasi yang kuat, serta mengaitkan informasi dengan yang telah ada di memori jangka panjang, ternyata orang bisa menjadi super dalam ingat-mengingat. Peneliti di Universitas Carnegie Mellon mencoba hal itu terhadap beberapa siswanya. Dengan memfokuskan mereka kepada deretan panjang angka, para siswa tersebut pada akhirnya menemukan pola yang mereka hubungkan dengan sejumlah bilangan yang telah mereka kenal, semisal hari ulang tahun.
Cara lain diajarkan oleh Harry Lorayne (71), pelatih memori yang terkenal di kalangan penderita insomnia. Ia mengingat nama seseorang dengan mengasosiasikan salah satu ciri tubuh yang gampang diingat.
McGannon kemudian menambahkan, cara terbaik untuk mengatasi penyakit lupa adalah beristirahat yang cukup untuk memberikan kesempatan otak berelaksasi. Ini bisa dilakukan, semisal, dengan tidur selama lima menit, mengambil napas dalam-dalam, melakukan meditasi pagi dan malam, serta berolahraga agar pusat-pusat memori otak dipenuhi darah yang kaya oksigen. Tapi, tambahnya, yang terpenting adalah menghilangkan perasaan cemas dan jangan terlalu mempersoalkan masalah yang tengah dihadapi.
cara lain
@ dengan ponsel
Beruntung teknologi berhasil menciptakan ’obat’ atas penyakit satu ini, yaitu dengan memanfaatkan ponsel, baik ponsel cerdas (smartphone) atau PDA (personal digital assistant). Mungkin begitu kronisnya penyakit yang satu ini sehingga fungsi reminder atau alarm termasuk salah satu fungsi yang pertama kali ditanamkan ke dalam ponsel.
Fungsi reminder juga akan optimal jika gadget selalu Anda bawa. Tidak ada gunanya mengatur reminder jika ponsel Anda taruh dalam laci sehingga kemungkinan tidak terdengar. Oleh karena itu, jangan pernah meninggalkan ponsel ke manapun Anda pergi – ke toilet sekalipun. Jika kebetulan Anda sedang berada di tempat yang tidak memungkinkan membunyikan alarm, aturlah agar ponsel bergetar.
Jika Anda sedang mengerjakan sesuatu yang tidak dapat ditinggalkan sehingga terpaksa menunda sebentar hal yang diingatkan ponsel, aturlah agar ponsel kembali mengingatkan Anda beberapa saat kemudian. Beberapa gadget telah dilengkapi fungsi menunda secara otomatis, misalnya pilihan snooze pada PDA berbasis Windows. Jika pilihan ini tidak tersedia, segera edit waktu reminder agar berbunyi misalnya lima menit kemudian dan aktifkan kembali.
@ dengan makanan
Untuk menguatkan daya ingatan, dengan rahmat dan sayang Allah SWT, kita dikurniakan makanan yang baik dan dapat menguatkan sistem saraf kita.
Diantara jenis makanan yang boleh meningkatkan fungsi ingatan adalah: -
  • Buah anggur hitam
  • Madu lebah
  • Halia
  • Buah badam
  • Susu
  • Air zam zam
  • Kismis
  • Jus karot & madu
  • Epal
  • Kurma
  • Ikan tuna
  • Tempe
  • Air soya
Itu hanyalah sebahagian daripada makanan yang boleh meningkatkan daya ingatan manusia.
Selain daripada itu, oksigen juga amat penting untuk merangsang otak supaya sentiasa cergas dan cerdas. Satu teknik mengawal pernafasan yang amat baik diamalkan adalah dengan menarik nafas sebanyak 7 kiraan, kemudian tahan nafas sebanyak 14 kiraan. Ulang selalu terutama sewaktu keletihan.