Sabtu, 22 Januari 2011

subhanallah, mrpkn kuasa Tuhan ....


Foto Bayi Lumajang Telinganya Lafaz Allah. Seorang bayi berusia 18 hari membuat gempar warga Lumajang, Jawa Timur. Pasalnya, bayi berjenis kelamin laki-laki ini mempunyai keanehan pada telinga kanannya. Daun telinga itu berbentuk lafaz Allah seperti dalam agama islam.

Bayi yang diberi nama Ahmad Adha Reno Pujiantono itu merupakan anak pertama pasangan, Risma Pujiantono (24), PHL (Pegawai Harian Lapangan) yang bertugas di Satuan Reskrim Polres Lumajang dengan Novitasari Marsudi (24), warga Dusun Laban, Desa Labruk Lor, Kecamatan Kota Lumajang.

“Putra pertama saya dilahirkan pukul 08.15 WIB, Selasa 16 November 2010 lalu. Tepatnya, saat malam Idul Adha. Makanya, ia saya namakan Ahmad Ahda,” kata Risma Pujiantono ketika ditemui di rumahnya, Jumat (3/12/2010) pagi.

Awalnya jelas Risma, guratan bagian gambar foto dinding telinga bayinya yang berbentuk Lafaz Allah itu tidak terbaca sedikit pun. “Saya juga tidak menyadari kalau telinga bayi saya memang ada tulisan lafaz Allah,” ungkapnya dengan suara lirih.

Peristiwa unik dan aneh itu terjadi setelah menginjak hari ketiga sepulang dari rumah bersalin, dirinya beserta keluarga baru mengetahui keanehan di telinga kanan bayinya. “Kala itu saat memandikan bayi Adha ini bersama Pak Marsudi, mertua saya. Saat saya membersihkan telinga Adha, tiba-tiba mertua saya bilang kok seperti ada tulisan Lafaz Allah. Makanya saya jadi kaget lalu mengamatinya dengan teliti, dan ternyata benar,” terang Risma lagi.

Keajaiban munculnya tulisan lafaz Allah di telinga Ahmad Adha Reno Pujiantono ini, seketika menjadikan keluarga dan warga di kampung Risma heboh. Apalagi, semakin hari tidak sedikit saudara dan tetangga sekitar rumahnya yang berdatangan untuk melihat dan memastikan apakah benar tulisan itu benar-benar Lafaz Allah.

“Karena saya tidak ingin dianggap membuat sensasi, maka saya persilahkan saudara dan tetangga meriksanya sendiri. Apalagi, bayi pertama saya tidak pernah rewel. Ia tampaknya tahu jadi perhatian orang, dan tidak sedikit pun menangis,” ungkap Risma.

always be my baby ,,,

Minggu, 16 Januari 2011

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.

Etimologi

Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik".

Sejarah teknik batik
Tekstil batik dari Niya (Cekungan Tarim), Tiongkok
Detail ukiran kain yang dikenakan Prajnaparamita, arca yang berasal dari Jawa Timur abad ke-13. Ukiran pola kembang-kembang yang rumit ini mirip dengan pola batik tradisional Jawa kini.

Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[2]. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.[3]

Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. [2]Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.[4]

G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.[4] Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.

Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.[5] Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.

Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.[2]

Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka.

Budaya batik
Pahlawan wanita R.A. Kartini dan suaminya memakai rok batik. Batik motif parang yang dipakai Kartini adalah pola untuk para bangsawan

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Batik Cirebon bermotif mahluk laut

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
Batik dipakai untuk membungkus seluruh tubuh oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang di keraton jawa.
[sunting] Corak batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.
[sunting] Cara pembuatan

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.
[sunting] Jenis batik
Pembuatan batik cap
[sunting] Menurut teknik

* Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
* Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
* Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putihPakmun (bicara)

[sunting] Menurut asal pembuatan

Batik Jawa
batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo.

Senin, 10 Januari 2011

everytime ,,,,,,

Minggu, 09 Januari 2011

Mohammad Nasuha




Full name : Mohammad Nasuha
Date of birth : September 15, 1984
Place of birth : Tangerang, Indonesia
Height : 1.72 m (5 ft 7 1⁄2 in)
Playing position : Defender
Current club : Persija Jakarta
Number 22
Senior career
Persikota
Sriwijaya FC
Persija Jakarta
National team
2009- Indonesia

muhammad Nasuha was raised by the club's name is nicknamed this magical baby, because a good game together persikota Tanggerang mulau name is known by the public, after a long wearing persikota Tanggerang muhhamad Nasuha continue his career with the Sriwijaya FC, although not always the top choice by coaches Sriwijaya but it did not deter her, because she could obtain Sriwijaya fc league title and Coppa Indonesia Indonesia, Rahmat Darmawan's move along to the capital city, Nasuha started to follow the footsteps of his coach, the decision to follow the footsteps of his coach finally sweet fruit, in addition to good penampilanya with Liverpool, now daia also become an important part of the red and white squad who are competing in the AFF Cup, Nasuha was irreplaceable in red and white squad, he has always been a major pilahan coach and always believed in full play in every game, because its contribution in the left sector Indonesia is now able to reach the top party and the chance to get trophies AFF AFF Cup title for the first time.


Nasuha, Anak Alim yang Kini Menjadi Bek Garuda

TEMPO Interaktif, Serang - Berawal dari mengikuti kejuaraan sepak bola antar kampung, Muhammad Nasuha, 26 tahun salah satu bek tim Garuda, kini dikenal sebagai pemain lini kiri yang siap menghadang kekuatan lawan. Pergerakan dan akselerasi pemain Persija Jakarta itu juga kerap mengancam pertahanan lawan. Meski tak mencetak gol dalam dalam piala AFF 2010, Nasuha merupakan salah satu bintang tim Garuda. Tak heran bila dia dianggap sebagai pemain serba-bisa.


Anak ke tiga dari tujuh bersaudara dari pasangan Muhammad Yasin, 55 tahun dan Siti Raisha 50 tahun, yang tinggal di Kampung Kamalaka, Desa Panggung Jati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang itu juga dikenal sosok saleh. “Meski sejak usia tujuh tahun dia kerap mengikuti turnamen, Nasuha tidak pernah meninggalkan salat dan mengaji,” kata Siti Raisha, ibu Nasuha, kepada Tempo, Rabu, (22/12).

Pada tahun 2001, Muhammad Nasuha berganung dengan timnas. Kala itu, klub Krakatau Steel (KS) tertarik merekrut Nasuha karena melihat aksi-aksi Nasuha di turnamen antar-kampung. Sejak itu, karir Na¬suha terus meroket. Meski demikian, Nasuha tetap dikenal sebagai sosok yang ramah dan rendah hati.

Hal ini bisa dilihat dari keadaan rumah keluarga Nasuha di Taktakan, Kota Serang, yang terbilang cukup sederhana dan jauh dari kesan mewah. “Saya bangga dengan kerendahan hati anak saya. setiap kali ia mau bertanding, ia selalu menelepon orang tua untuk minta doa restu,” ujar Raisha saat ditemui di kediamannya.

Sejak kecil, Nasuha, sudah memperlihatkan bakatnya sebagai pemain bola. “Bahkan di berbagai even tingkat daerah aksinya selalu memukau para penonton,” kata Agum, salah seorang kawan bermain sepakbola semasa kecil.

Di mata adik-adiknya, Nasuha juga dikenal sebagai sosok panutan. “Sejak di SD hingga SMP, dia selalu menjadi juara kelas,” kata adik kandung Nasuha, Yanti Suyanti.

Arif Suyono (abanq qoe) ,,,,



Arif Suyono (lahir di Batu, Malang, Jawa Timur, 3 Januari 1984; umur 27 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Ia biasa disapa dengan nama karib "Keceng" karena badannya yang terbilang kurus. Saat ini ia bermain untuk Sriwijaya FC di Liga Super Indonesia. Sebelum bermain di Sriwijaya FC , ia bermain di tim Persema Malang dan Arema Malang. Ia adalah salah satu pemain timnas sepak bola Indonesia di sektor gelandang atau penyerang sayap. Sebelum di timnas senior, ia juga pernah memperkuat timnas U-17 dan timnas U-23 Sea Games 2007. Prestasi yang ia peroleh adalah ikut mengantarkan Arema juara Copa Indonesia dua kali berturut-turut tahun 2005 dan 2006. Kisah perjalanan Arif Suyono meniti karir sebagai pesepakbola profesional tidak mulus-mulus saja. Pada satu waktu, supersub timnas Indonesia di Piala AFF 2010 itu bahkan harus mendapatkan sepatu sepakbola hasil berhutang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar sepuluh tahun lalu, saat Arif masih berusia 16 tahun. Ketika itu pemuda kelahiran Batu, Malang, tersebut hendak ikut seleksi masuk ke dalam tim Piala Gubernur. Ningsih, kakak kedua Arif, pun akhirnya nekat berhutang sepatubola dengan harga Rp 150 ribu demi sang adik. Arif yang dibesarkan bersama 12 saudaranya itu selalu ditempatkan sebagai prioritas dikeluarganya. Saat ini Arif sudah sukses, tapi ia tidak lupa kalau apa yang ia peroleh saat ini tidak lepas dari peran keluarga. Maka keluarga besarnya pun pun ikut menikmati hasilnya. Melalui kucuran dana Arif, bisnis keluarga dibangun melalui usaha kripik.


Klub

* SSB UNIBRAW 82 MALANG
* PS Putra Jaya Batu
* Arema Jr
* Persema Jr
* Persema Malang (2003-2004)
* Arema Malang (2005-2009)
* Sriwijaya FC (2009-



Timnas

* PSSI U-19
* PSSI U-23 (2007)
* PSSI (2008-)


Gol di timnas senior
# Tanggal Tempat Lawan Skor (Mencetak Gol) Hasil Kompetisi
1. 25 Agustus 2008 Jakarta, Indonesia Bendera Myanmar Myanmar 4-0 (2 gol) Menang Piala Kemerdekaan 2008
2. 1 Desember 2010 Jakarta, Indonesia Bendera Malaysia Malaysia 5-1 (1 gol) Menang AFF Suzuki Cup 2010
3. 4 Desember 2010 Jakarta, Indonesia Bendera Laos Laos 6-0 (1 gol) Menang AFF Suzuki Cup 2010